MemoiRs of nAdeshiKO


The Room : time to refLect

Tadi saya menerima emaiL dari seorang teman,, subjectny “The Room”,, ceritanya mengenai Brian Moore yang menuLis cerita “The Room” ini, dan seseorang ini sudah meninggaL,, “The Room” adaLah tuLisannya sebagai tugas essay untuk Fellowship of Christian Athletes,, Brian Moore dikisahkan meninggaL akibat tersengat Listrik seteLah mengaLami keceLakaan mobiL,, konon seteLah keceLakaan tersebut, Brian bisa keLuar mobiL tanpa Luka, tetapi maLah menginjak kabeL,, SeteLah kepergiannya, orang tuanya mencari semua tuLisan yang pernah dibuat, surat dan segaLa macam bentuk peninggaLannya, dan akhirnya ditemukanLah naskah “The Room”,,

“The Room” merupakan suatu karangan yang cukup panjang, yang menceritakan pengaLaman si penuLis yang bermimpi berada di suatu ruangan yang dipenuhi arsip kehidupannya,, muLai dari haL yang baik, hingga haL-haL yang buruk dan memaLukan,, dan disanaLah dia bertemu Yesus yang menandatangani arsip-arsip itu dengan DarahNya,, Yesus berkata “Sudah seLesai” dan membawanya keLuar dari ruangan itu, dan masih banyak arsip yang beLum dituLisi,,

Karena isi dari “The Room” sangat menyentuh, jadi saya browsing mengenai keberadaan Brian Moore,, dan saya menemukan penjeLasannya di breakthechain.org,,
ternyata memang Brian Moore meninggaL daLam usia muda, akibat menginjak kabeL sesaat seteLah mengaLami keceLakaan,, namun di breakthechain.org disebutkan bahwa “The Room” bukanLah karya Brian Moore, meLainkan karya Joshua Harris, yang sekarang menjadi pastor di Covenant Life Church,, “The Room” memang merupakan mimpi yang diaLami Joshua Harris waktu dia berumur 19 tahun,, “The Room” dipubLikasikan di majaLah “New Attitude”, yang merupakan majaLah miLik Harris, pada tahun 1995,,

Akhirnya saya mencari Lagi mengenai Joshua Harris, dan menemukan versi asLi “The Room”,,
yang dikirimkan ke saya versi terjemahan,,
isinya sangat menyentuh,,
jadi buat refLeksi diri,,